News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Launching Desa Sadar Kerukunan kita Tingkatkan Tri Kerukunan Umat Ber Agama untuk Menuju Ogan Ilir yang Gemilang

Launching Desa Sadar Kerukunan kita Tingkatkan Tri Kerukunan Umat Ber Agama untuk Menuju Ogan Ilir yang Gemilang

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ogan Ilir menilai peluncuran Desa Sadar Kerukunan di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan menjadi simbol perdamaian di daerah tersebut.

"Ini berperan untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat secara luas selain di bumi Caram Seguguk dengan Tema Dengan Launching Desa Sadar Kerukunan kita Tingkatkan Tri Kerukunan Umat Ber Agama untuk Menuju Ogan Ilir yang Gemilang, " ucap Ketua FKUB H. Muhammad Ridho,S.Ag.
Hadir dalam acara Launching Desa Sadar Kerukunan di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai antara lain,Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam, SE.SH.MM, Anggota DPRD Kab OI Ahmad Yadi SH,Kaban Kesbang Pol Kabupaten Ogan Ilir Wilson Efendi, M.Si,Camat Rantau Alai Suryadi M.Zen,M.Si, Ketua FKUB Sumsel Drs. KH. Mal ' an Abdullah, Kemenag Sumsel yang diwakilkan oleh Kasubag Hukum dan KUB Kemenag Sumsel Feri Suhaimi,S.sos,M.Si, KA Kemenag Kabupaten Ogan Ilir H.M Kholil Azmi,S.Ag, Ketua FKUB Kabupaten Ogan Ilir H M.Ridho,S.Ag,Kasat Intel Polres OI, Pasi Intel Kodim 0402 OKI/OI, Danramil Tanjung Raja, Perwakilan Agama Islam,Katolik,Kristen,Hindu,dan Budha, Camat sekabupaten OI,Kepala Desa sekecamatan Rantau Alai,tamu Undangan yang hadir.


FKUB bersama Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir menggagas dan membentuk desa sadar kerukunan. Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai dipilih oleh instansi tersebut sebagai Desa Percontohan kerukunan yang telah diluncurkan instansi tersebut melibatkan masyarakat.

Launching Desa Mekarsari sebagai desa sadar kerukunan dirangkaikan dengan dialog merawat perdamaian dan peresmian Prasasti FKUB di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir.

mengemukakan, Desa Mekar Sari sebelum dipilih dan ditetapkan untuk menjaga desa percontohan sadar akan kerukunan, jauh sebelum itu telah rukun walaupun masyarakat dalam desa itu terdiri dari bermacam suku dan agama.

Walaupun demikian, kata dia, pascapeluncuran FKUB akan melakukan pendampingan, pembinaan secara kontinue dan berkesinambungan di desa itu dengan melibatkan Kementerian Agama dan Pemkab Ogan Ilir.

"Iya, jadi pendampingan dan pembinaan akan menjadi kegiatan utama di desa tersebut. Masyarakat dari masing-masing agama dan suku akan dilibatkan dalam kegiatan Non-Ibadah, seperti dialog, seminar, atau kegiatan hari-hari besar nasional," sebut dia.


Dia menyatakan, keberagaman ini berimplikasi pada lahirnya perbedaan. Semakin heterogen sebuah masyarakat semakin banyak perbedaan yang muncul. Bahkan dalam komunitas agama yang sama, masih terdapat perbedaan mazhab, dalam mazhab yang sama masih terdapat perbedaan pemikiran, dan seterusnya.

"Kerukunan tidak diwujudkan dengan menghilangkan perbedaan karena hal itu adalah sebuah kemustahilan.

Kerukunan terwujud justru melalui pengakuan dan penghargaan terhadap wujudnya perbedaan, sehingga tidak melahirkan sikap merasa benar sendiri," katanya.

Menurut dia, mencari titik temu yang dapat menyatukan perbedaan tersebut dalam merajuk kehidupan bersama secara harmonis, maka desa sadar kerukunan merupakan titik temu merajut kehidupan bersama.

Pewarta : Sanditya

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.