News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PT.SERD Rusak Hutan Lindung : Walhi Sumsel Syarankan Legeslatif Megeluarkan Pencabutan Izin

PT.SERD Rusak Hutan Lindung : Walhi Sumsel Syarankan Legeslatif Megeluarkan Pencabutan Izin

LAHAT.DS,-  Akibat terjadinya kerusakan hutan dan lingkungan hidup bagi makhluk M. Hairul Sobri yang akrab disapa Eep selaku Direktur Exsekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  (Walhi) Sumsel ketika diwawancarai awak media via Wa 26/1 meyampaikan adanya ekslpoitasi di wilayah Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim juga Kota Pagaralam yang dilaksanakan oleh  PT. Supreme Energy,  di lokasi hutan lindung Rantau Dedap hingga mengakibatkan banyaknya kerusakan hutan yang ada di Bukit Barisan.

Dimana sekarang kondisi hutan sudah mulai gundul, pohon-pohon besar yang selama ini berfungsi menahan dan menyerap air sudah habis dibabat oleh pihak perusahaan guna pembangunan tanpa memikirkan dampak lingkungan hidup termasuk lokasi habitat seluruh hewan berkumpul mencari makan-minum pun ikut dirusak.

Dengan diketahuinya adanya Perusahaan yang melanggar Undang Undang KehutananNomor 41 tahun 99 tentang Kehutanan dan diperbarui dengan UU Nomor 19 Tahun 2004. “Bahwa Hutan Lindung (HL) tidak boleh dipergunakan untuk tambang dan diatur juga di dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2008, Hutan Lindung juga tidak boleh digunakan untuk tambang apabila secara terbuka, jika digunakan izin Pinjam Pakai. Oleh karena itu perusahaan yang menggunakan Hutan Lindung sebagai tambang  harus mengganti luas lahan Hutan Lindung yang dipakai.

sesuai dengan ungkapan yang dikatakan salah satu anggota dewan Lahat Nopran Marjani beberapa waktu lalu saat melakukan kungker sekaligus cek lokasi kegiatan PT.SERD  itu benar sekali pungkasnya

Untuk itu Direktur  WALHI Sumsel M Hairul Sobri juga memberikan saran Lebih baik lagi kalau legislatif mengeluarkan rekomendasi untuk pencabutan izin, sekaligus mendorong penegakan hukum Kawasan Sumsel bukan untuk investasi perusak alam agar hutan Rimba terakhir dapat diselamatkan ujarnya.

Laporan: Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.