News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terkait Kerusakan Lingkungan : Walhi Sumsel dan Pemuka Masyarakat Angkat Bicara

Terkait Kerusakan Lingkungan : Walhi Sumsel dan Pemuka Masyarakat Angkat Bicara

LAHAT.DS, -- M.Hairul Sobri yang akrab disapa Eep selaku Direktur Exsekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  (Walhi ) Sumsel ketika diwawancarai awak media 6/1 angkat bicara Terkait Konfliknya harimau vs manusia akibat terjadinya kerusakan hutan dan lingkungan hidup bagi mahluk hidup , dikarnakan adanya eklpoitasi diwilayah Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim juga Kota Pagaralam yang dilaksanakan oleh Perusahaan Tambang batu bara,  Perusahaan PT.Supreme Energy dan Perusahaan Perusahaan lainya yang sangat luar biasa eklpoitasinya dilokasi hutan lindung hingga meyebabkan banyaknya kerusakan hutan yang ada diBukit Barisan contoh akibat kerusakan hutan terjadi banjir bandang, terjadi Longsor dan masih banyak lagi kejadian akibat kerusakan hutan.

Saat sekarang kondisi hutan sudah mulai gundul,pohon pohon besar yang selama ini berpungsi menahan dan meyerap air sudah habis dibabat oleh pihak perusahaan guna untuk pembagunan tanpa memikirkan dampak lingkungan hidup, lokasi habitan seluruh hewan termasuk harimau berkumpul mencari makan minum ikut di rusak.

Lain hal yang dilakukan masyarakat yang melakukan penebangan pohon dikawasan hutan mereka masih megutamakan kearifan lokal dengan melakukan menanam kembali dengan bercocok tanam,disamping itu mereka juga dapat hidup berdampingan dan tidak saling menganggu dengan hewan buas itu sudah terjalin dari nenek moyang kita dulu.

Walhi melanjutkan ini menunjukkan ekosistem saat sekarang sudah berubah,terjadinya perubahan inilah megakibatkan adanya akumulasi akumulasi terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang memang kebijakan kebijakan pemerintah yang terus mengespoitasi besar besaran sumber daya alam disekitar bukit barisan pungkasnya.

Begitu juga yang disampaikan Asnadi salah satu Pemuka Masyarakat sekaligus dipercaya sebagai Ketua  PWI Pagaralam menjabarkan Kawasan Rantau Kecamatan SDU, sebagian merupakan hutan lindung yang  merupakan daerah penyanggah persediaan air dan serapan air di wilayah Sumsel.  Bahkan empat daerah ini merupakan daerah hulu sungai yang menjadi penentu terhadap kebutuhan air di Sumsel, contohnya jika hutan habis bila musim hujan banjir bandang dan kemarau kekeringan.

"Alih pungsi hutan menjadi daerah industri atau kegiatan lain berupa investasi akan berdampak luas terhadap kelangsungan hidup semua satwa dilindungi dan termasuk secara ekonomi terhadap masyarakat setempat.

Kemudian didaerah ini merupakan kawasan hulan khusus yang multifungsi, sebagai hulu sungai penyedia sumber air dan tempat habitat semua hewan dilindungi seperti harimau, rusa, kambing utan, kijang, beruang, kerbau liar, dan berbagai jenis burung termasuk anggrek.
Berdasarkan hasil eksepedisi bukit barisan oleh snggota Kopassus TNI AD, menemukan sejumlah kekayaan hayati yang liar biasa di kawasan hutan konservasi atau hutan lindung di empat daerah ini seperti jenis kupu-kupu, katak, anggrek, dan berbagai jenis satwa serta tumbuhan lainnya.
Kemudian, di empat darah ini merupakan realisasi gerakan rehabilitasi hutan dan lahan (Gerhan), penanam 1 juta pohon, one tree one man dan pengendalian hutan.

KOPASSUS TNI AD tahun 2011 memberi gambaran tentang Ekspedisi Bukit Barisan yang terdiri atas kegiatan penjelajahan dan penelitian yang meliputi penelitian flora fauna, geologi, mitigasi bencana, kehutanan, dan sosial budaya.
Tujuan ekspedisi ini selain untuk menggali potensi-potensi yang ada di Indonesia, khususnya Bukit Barisan, juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Hasil ekspedisi akan diwujudkan sebagai buku yang akan diserahkan kepada Presiden RI pada tanggal 17 Agustus 2011. Buku ini diharapkan menjadi buku pioner yang mengungkap potensi daerah-daerah di Indonesia serta dapat menjadi acuan dalam pengelolaan wilayah di tanah air. Harapan lain, buku ini akan memacu terbitnya buku-buku sejenis, sehingga potensi wilayah Indonesia dapat terpetakan dan diinformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Kemudian, hutan di empat daerah ini yaitu Lahat, Pagaralam, Muaraenim dan Empat Lawang, merupakan kawasan paru.

Paru-Paru dunia menjadi penyuplai utama terbesar oksigen (O2) untuk dunia yang dihasilkan dari ketersedian hutan.
Kalau alih fungsi atau pengrusakan hutan dengan dalih apapun dibiarkan, akan berdampak banjir bandang, pemanasan global, kekeringan, kerusakan kekayaan hayati berupa flora dan fauna termasuk habitat hewan liar.

Kalaupun dengan alasan sudah ada izin, menteri atau pusat termasuk kepemilikan kajian lingkungan,  apa termasuk cakupan kerusakan habitat hewan liar, banjir bandang dan kerusakan daerah hulu sungai termasuk DAS itu harus di kaji menyeluruh tidak bisa hanya ilmiah saja.

Prengki Pimpinan PT.Supreme Energy dalam tangapanya via WhatsApp 5/1 megatakan PT Supeme Energy diberikan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan IPPKH seluas 115 Ha dan itu sah izin yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan.

Sedangkan Yang daerah Hutan Lindung tempat hunian Satwa Liar dan daerah tempat mencari makanannya, dibabat habis oleh oknum yang punya kepentingan menjadikan lahan kebun kopi dan luas area nya yang jauh melebihi IPPKH Supreme Energy. Saya rasa hal ini juga harus mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah.

Izin yang didapat PT.supreme Energy dari Kementerian Kehutanan dan izin ini resmi karna program Pembangkit Listrik adalah Program Presiden Jokowi yang meningkatkan supply energy untuk kepentingan negara.ujarnya.

Laporan : Idham/Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.