Rabu, 08 Januari 2020

Warga Di Hebohkan Adanya Ulat Dalam Daging Ayam Nasi Bungkus

KAYUAGUNG.DS,Warga Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) beberapa hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya video tentang adanya ulat belatung di dalam lauk nasi bungkus yang diduga dibeli dari sebuah rumah makan yang ada di Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten OKI.

Tayangan video yang berdurasi 1 menit 5 detik tersebut menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Kayuagung sejak Senin (6/01/2020) kemarin.

Diketahui vidoe tersebut didapatkan dari seorang pembeli nasi bungkus yang bekerja di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten OKI yang disebarkan melalui salah satu grup WhatsApp (WA).

Di dalam video tersebut terjadi perbincangan tentang keluhan pembeli yang telah membeli nasi bungkus dengan lauk ayam bakar di Rumah Makan Sederhana di Jalan Letnan Muchtar Saleh Kecamatan Kota Kayuagung yang ternyata di dalam daging ayam bakar tersebut terdapat ulat belatung.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, beberapa awak media langsung mendatangi rumah makan tersebut serta mengkonfirmasi prihal kebenaran peristiwa tersebut.

Saat dikonfirmasi, Edo yang menjabat sebagai Manajer Rumah Makan Sederhana tersebut membenarkan adanya peristiwa yang sempat menghebohkan yang terjadi di rumah makan tempat ia bekerja. Ia mengatakan bahwa dirinya telah mengkonfirmasi peristiwa tersebut dengan anggotanya.

“Kalau sebelum kita masak, ayam tersebut masih dalam keadaan segar, karena masih pagi,” kata Edo.

Kemudian ia menjelaskan bahwa apabila ada komplain hendaknya konsumen tersebut membawa bukti komplain tersebut ke pihaknya. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki supplier, dan itu akan diserahkan kepada supplier.

“Kita kan jualan, kalau memang ayam kita bau, kita akan buktikan, dan akan kita serahkan dengan supplier. Dan juga mungkin saat itu anak buah saya sibuk membungkus, lalu ada lalat yang hinggap, kita tidak tau. Lalat itukan jangka waktunya 15 menit,” jelasnya.

Edo mengaku banyak konsumen yang membeli nasi bungkus, namun tidak ada komplain. Lanjut Edo, hal ini baru pertama kali terjadi, dan kalau memang hal itu terbukti pihaknya akan bertanggung jawab.

“Kita punya standar operasional prosedur (SOP). Kalau memang terbukti kita akan bertanggung jawab, misalnya rugi berapa bungkus, kita ganti, kan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan saja. Kalau emang sakit akibat dari itu akan kita beri pengobatan,” akunya.

Akibat persoalan ini, lanjut Edo, pihak Polres OKI melalui Unit Pidana Khusus melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan surat izin operasional rumah makan tersebut.

“Mereka meminta SITU dan kita berikan,” bebernya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik, Alifiah, saat konfirmasi, Selasa (7/1/2020), menyayangkan hal tersebut terjadi. Seharusnya pemilik rumah makan lebih teliti lagi, karena ini menyangkut kepuasan dan kesehatan konsumen.

Rumah Makan Sederhana, kata Alifiah, sudah masuk kategori restoran tentu harus lebih teliti dalam memperhatikan kualitas masakan yang akan dijual. “Kalau seperti ini bukan tidak mungkin para konsumen akan kabur,” kata Ali.

Kapolres OKI, AKBP Donny Eka Syaputra S.Ik MM melalui Kanit Pidsus, IPDA Sulardi membenarkan adanya persoalan di Rumah Makan Sederhana, dan saat ini sudah dalam penanganan pihaknya.

Namun saat disinggung perkembangan kasus tersebut, dirinya enggan berkomentar. “Maaf belum bisa berbicara lebih jauh,” tandasny.

Laporan : Tim 
Redaksi : www.dutasumsel.com

0 komentar: