News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Miris Produk Inovasi Aspal Karet Diduga Dinilai Gagal, Ketua DPD JPKP Muba Angkat Bicara

Miris Produk Inovasi Aspal Karet Diduga Dinilai Gagal, Ketua DPD JPKP Muba Angkat Bicara

MUBA,DS. - Diduga Produk Jalan dengan menggunakan Inovasi Aspal Karet yang digembor-gemborkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin benar-benar bergaung ketingkat Nasional dan Mancanegara.

Namun sangat disayangkan, Produk tersebut nampaknya hanya menjadi suatu kegagalan dalam mendongkrak elektabilitas Daerah, tak kalah masyarakat sibuk dengan penurunan Ekonomi dengan harga Pangan yang melangit namun penghasilan yang menurun.

Gaungnya pembangunan Jalan menggunakan Aspal Karet dengan memakai anggaran pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang mencapai Ratusan Milyar Rupiah yang dikerjakan oleh PT Chonbloc Infratecno pada tahun 2018 lalu.

Pembangunan yang telah rampung tersebut, dinilai gagal oleh berbagai macam elemen lapisan masyarakat, pada tahun 2018 tersebut tercatat anggaran yang dikeluarkan Rp. 188.415.554.000,- Milyar yang didampingi oleh TP4D Kejaksaan Negeri Kabupaten Musi Banyuasin.

Ada beberapa daerah di Kabupaten Musi Banyuasin yang terkena pembangunan Jalan dengan menggunakan Aspal Karet salah satunya Jalan Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh menuju Desa Mekar Jaya Kecamatan Jirak Jaya.

Sementara itu menurut Ketua DPD JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kabupaten Musi Banyuasin Zulkarnain saat dimintai keterangannya oleh awak media mengungkapkan, Kebijakan dan Pengkajian pembangunan menggunakan Aspal Karet perlu kita pertanyakan Azas manfaatnya.

"Apalagi yang kami dengar, inovasi Aspal Karet yang saat ini menjadi salah satu Program prioritas Pembangunan didaerah Kabupaten Musi Banyuasin terkhususnya menelan anggaran ratusan milyaran rupiah dengan didampingi oleh TP4D Kejari Muba," ungkap Zulkarnain Ketua DPD JPKP Muba, diruang kantornya, (09/02/2020).

Lebih lanjut, kami sangat menyayangkan dengan anggaran milyaran rupiah itu seharusnya pembangunan Inovasi Aspal Karet sudah Maksimal dan tidak ada yang namanya kerusakan kembali, apalagi ditambah pembangunan yang saya dengar tepatnya di Desa Tebing Bulang menuju Mekar Jaya belum sampai 2 Tahun.

"Menurut kami DPD JPKP Kabupaten Musi Banyuasin, hal ini harus dikaji kembali baik Eksekutif maupun Legislatif yang ada di Muba, karena pada intinya pun peminjaman Dana Anggaran melalui PT SMI tersebut bukan Solusi yang tepat, karena bisa saja hal tersebut malah merugikan daerah terkhususnya Pendapatan Asli Daerah yang habis hanya untuk membayar Pinjaman kepada PT SMI," dikatakan Zulkarnain sambil tersenyum.

Terakhir Zul menambahkan, kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kami JPKP Muba akan melakukan pemantaun Khusus terkait Aspal Karet maupun Jalan-jalan yang saya dengar informasinya banyak mengalami kerusakan demi kerusakan, untuk itulah Pemerintah sekali lagi harus mengkaji ulang manfaat dan apa keuntungan yang diambil dari Inovasi Aspal Karet untuk Masyarakat terkhususnya Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.

"Kami harap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin harus benar-benar mencari solusi dalam asaz manfaat dan keuntungan yang dihasilkan oleh Aspal Karet untuk penghasilan Masyarakat Daerah karena intinya, pantauan kami harga karet saat ini belum bisa terdongkrak dengan kehadiran inovasi Aspal Karet dan kami ingin tau dimana tempat pengelolahan Aspal Karet tersebut," pungkasnya.

Laporan:Tim
Redaksi.www.dutasumsel.com 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar