Kamis, 05 Maret 2020

Polres OI Ajak Warga Tinggalkan Budaya ‘Tujah’



INDRALAYA.DS,— Sebagai upaya untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Polres OI menggelar Focus Group Discussion (FGD), Kamis (06/03). FGD yang mengangkat tema ‘Tujah, Apakah Budaya?’ digelar di Gedung Bumi Caram Seguguk Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai OI.

Kapolres OI, AKBP Imam Tarmudi SIk MH mengatakan, beberapa tahun terakhir ini angka kriminalitas di Kabupaten OI terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi diharapkan bisa menurunkan angka tersebut.

“Selain itu juga kita ingin menghilangkan budaya ‘tujah’ atau penusukan. Di tahun 2020 ini sudah banyak nyawa yang melayang akibat saling membunuh ditambah tidak lama lagi kita masuk Pilkada,” katanya.

Dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat OI untuk menghilangkan budaya penusukan ini.

“Mari kita hilangkan budaya tujah ini, jika pun ada masalah bisa diselesaikan permasalahan tersebut dengan cara damai,” terangnya.

Selain itu juga Kapolres OI mengimbau masyarakat untuk tidak membawa sajam jika tidak diperlukan.

“Saya mengimbau masyarakat OI untuk meninggalkan budaya membawa sajam karena ada undang-undangnya. Jika ke depan masih membawa sajam dengan sengaja, bisa diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya.Red

0 komentar: