Jumat, 05 Juni 2020

Kisah Pilu Bayi Kembar Tiga Di Pal 1 Desa Toman, Butu Perhatian Pemerintah

MUBA,DS. - Di tengah pademi covid 19 ibu Reni Marlina ( 36) istri dari BPK Edi Yanto ( 40 ) warga Dusun 2 Desa Lubuk Buah, Sungai Sialang kecamatan Batang Hari Leko ( BHL) kabupaten Musi Banyuasin yang sekarang berdomisili di desa Toman dusun 1 RT 8 kecamatan Babat Toman melahirkan bayi laki-laki  kembar 3 pada hari Minggu 10 Mei 2020 di RSUD Sekayu.

Reni Marlina guru honorer di SD Negeri Bedeng Seng desa bangun sari kecamatan Babat Toman kabupaten Muba dan suami nya buruh sadap karet yang berpenghasilan tidak tetap ini selain mendapatkan bayi kembar 3 , keluarga ini mempunyai 3 orang anak yang tertua duduk pelajar di SMK Ulak Paceh kecamatan Lawang Wetan dan 2 anaknya sekolah di SMP Muhamadiyah.

Ketiga bayi kembar ibu Reni Marlina di beri nama David Ramadhan, Dafa Alfarizi dan Dani Ardafa  keseniannya lahir dengan berat badan David 1,8 kg, Danu dan Dani beratnya 1,75 kg ,  kondisinya dalam  keadaan sehat.

Kelahiran ke tiga putra ibu Reni dan Edi di tengah penyebaran covid 19 , luput dari perhatian pemerintahan kabupaten Muba, menurut bapak bayi kembar ini yang sehari-harinya sebagai buruh penyadap karet sangat kesulitan untuk membelikan susu ke tiga bayi nya, susu dan tempat tinggal kami ini dapat dari belas kasihan para tenggara di sekitar ini, karena di tengah musim Corona sangat sulit mendapatkan duit untuk membeli susu apa lagi saya ini nyadap karet milik kebun orang yang sekarang ini harga karet sedang murah, sedangkan istri saya guru honor yang setiap 3 bulan baru menerima hadiah honor, terimakasih tetangga di sekitar sini basuh perhatian dengan membantu ngasi susu pada anak kembar kami dan memberikan tumpangan tempat tinggal tidak di haruskan sewa," ungkap Edi.

Kami sangat berharap sekali bantuan pada pemerintahan agar kami di beri bantuan untuk mendapatkan susu bagi bayi kembar kami ini," harapnya.

Jon Faizar Sala- satu warga mengatakan pada media kondisi pak Edi Yanto yang mempunyai anak kembar tiga ini kehidupannya sangat kekurangan , sebagai buruh sadap karet di tengah harga karet yang menurun ini, ini pun kami berupaya membantu  memberikan susu untuk ketiga bayi kembar in sedangkan tempat tingg alnya sekarang ini baru di tempatnya di beri tumpangan oleh warga yang punya Bedeng karena di tempat yang lama di depan Bedeng ini sangat sempit , maka di suruh menunggu di sini ," jelasnya.(hsm)

0 komentar: