HEADLINE NEWS

Ditanya L3S, Camat SP Padang "Mendadak Terjangkit Virus"


DUTA SUMSEL, OKI - Proses Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) Kecamatan SP padang nyaris diwarnai keributan belum lama ini. Entah prosesnya yang bermasalah karna tidak transparan atau ada hal lain membuat para pengemin nyaris ricuh dalam proses lelang.


Kemudian, warga sekitar juga merasa sangat kecewa lantaran dana hasil L3S sejauh ini tidak jelas dan kerap menjadi sumber pendapatan baru bagi oknum-oknum pejabat Pemerintah Daerah. Buktinya, Tiap tahun, L3S di Kabupaten OKI tak terhitung jumlah Lebak yang di lelang. Bahkan Miliaran rupiah Pendapatan daerah dari Proses lelang tersebut dipastikan mampu membiayai infrastruk jalan ke desa-desa. Namun sayangnya, Pendapatan yang diperoleh dari desa justru tidak sejalan dengan fakta yang terjadi. 



"Lihat saja akses jalan ke Desa-desa di Oki banyak mirip kubangan kerbau. Padahal PAD dari L3S berperan besar menyokong APBD OKI dari tahun ke tahun. Jika memang hanya L3S hanya memicu keributan lebih baik Perda L3S di cabut saja dan Lebak dikembalikan ke masyarakat" ujar Ahmad (52) Salah seorang warga SP Padang.



Dikatakan, sejauh ini warga sekitar juga sangat kesulitan menapatkan informasi proses lelang Lebak. Seperti berapa objek Lebak yang dilelang. Kemudian proses lelang kerap ditutup-tutupi seolah lelang tersebut tidak terbuka untuk umum padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 18 tahun 2010 tentang pengelolaan lebak lebung dan sungai jelas-jelas diatur bahwa proses lelang harus transparan dan terbuka untuk umum.


”Yang terjadi dilapangan sangat berbeda. Warga tak pernah tahu berapa dana hasil lelang lebak lebung tersebut. Apa yang sudah dibangun dari dana tersebut kita juga tidak tahu" pungkasnya.


Menindaklanjuti informasi yang diperoleh di lapangan, wartawan media ini mencoba mengkonfirmasikan data di lapangan dan keluhan warga sekitar kepada Camat SP Padang Kabupaten OKI Harahap,S.Sos, M.Si.



Namun sayangnya Camat yang diharapkan mampu memberikan klarifikasi justru mulai terjangkit penyakit alergi wartawan. Saat ditemui di kantornya, Harahap justru menghindari media yang mencoba meminta klarifikasi informasi proses L3S di wilayah kerjanya belum lama ini. Mencium awak media memasuki kawasan kantornya, Camat mendadak hilang dari Kantor.


Padahal menurut staff di kantor tersebut, sang Camat sebelumnya berada di kantor. "Mendadak cabut begitu tanpa izin biasanya dihukum hormat bendera lho mas" celoteh wartawan setengah kesal.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *