News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

ALASAN PERMINTAAN dari MASYARAKAT yang Kurang MAMPU,,OKNUM BIDAN di Kecamatan Tanjung Batu, Ogan ilir, Sumsel, BUKA PRAKTEK TANPA IZIN RESMI

ALASAN PERMINTAAN dari MASYARAKAT yang Kurang MAMPU,,OKNUM BIDAN di Kecamatan Tanjung Batu, Ogan ilir, Sumsel, BUKA PRAKTEK TANPA IZIN RESMI


Ogan Ilir, Duta Sumsel - Sesuai UU nomor 4 tahun 2019, bidan bertugas memberikan pelayanan kebidanan kepada perempuan selama masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita dan anak prasekolah, termasuk kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana sesuai dengan tugas dan kewenangannya.


Namun fakta di lapangan, ada oknum Bidan Desa (Bides) di UPTD Puskesmas Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang membuka praktek khitan di masyarakat. Praktek ini diduga dilakukan sejak lama untuk mencari keuntungan pribadi.


Sesuai aturan tersebut, untuk memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat baik secara mandiri maupun di fasilitas kesehatan, seorang bidan harus lulus uji kompetensi serta wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIPB).


Tak hanya itu, oknum bidan desa tersebut juga diduga telah memungut biaya bervariasi terhadap warga yang akan bersalin/melahirkan. Padahal, bidan desa sudah mendapat uang Jaminan Persalinan (Jampersal) dari pemerintah senilai Rp700.000 setiap kali membantu persalinan.


Menanggapi hal ini, Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Batu, H.A. Faid Yusuf mengatakan, khitan adalah kompetensi dokter. Kalau ada perpanjangan tangan dari dokter, bidan atau perawat boleh mengkhitan dalam momen-momen tertentu seperti dalam kegiatan sunat massal. Lebih bagus lagi jika ada surat pelimpahan "hitam di atas putihnya".


"Di luar momen-momen tersebut tidak diperbolehkan. Kalau masih ada yang melanggar resikonya tanggung sendiri. Jangankan bidan, perawat saja tidak boleh. Karena yang mempunyai kompetensi untuk khitan itu adalah tenaga medis, bukan paramedis. Tapi itu kembali ke pribadi masing-masing, kalau taat aturan pasti tidak mau," katanya.


    Sementara itu, Menurut Oknum Bidan W ketika dikonfirmasi melalui Via Telpon,, mengaku dirinya melakukan khitan tersebut atas permintaan warga yang tidak mampu memakai jasa dokter, "Saya hanya mengkhitan keluarga saja bukan masyarakat umum, dan Saya juga tidak membuka praktik khitan untuk umum, inilah Alasan yang di katakan oleh Bidan W,,,,pungkasnya.

Indralaya Mz

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar