HEADLINE NEWS

Warga Keluhkan Pelayanan Bidan desa Poskesdes Ulak Kerbau Baru


Ogan ilir. Duta Sumsel -  Warga Desa Ulak Kerbau Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir mengeluhkan pelayanan dan sikap Bidan Desa (Sn) yang tidak manusiawi karna menolak memberi pertolongan terhadap pasien dengan alasan yang tidak masuk akal.


Hal ini mencuat ketika salah seorang warga desa mengalami sakit tiba-tiba. Warga bernama HR itu mendadak sakit dan tidak bisa bicara akibat demam tinggi. Mengingat fasilitas kesehatan di Desa tersebut hanya ada bidan desa, maka warga dan keluarga pasien berinisiatif memanggil bidan desa tersebut untuk sekedar memberikan pertolongan pertama.

Namun sangat disayangkan, harapan pertolongan pertama dari bidan desa terhadap pasien justru sosok yang di anggap " Dewa Penyelamat" menolak memberikan bantuan medis dengan alasan tidak ada yang menjaga rumah dan suami belum pulang.

"Bidan SN tak mau diajak ke rumah pasien dengan alasan sang Suami belum pulang dan tidak berani meninggalkan anaknya di rumah. Kami sangat kecewa karna salah satu sosok yang kami angap dapat memberikan pertolongan menolak memberikan bantuan medis" ujar salah satu keluarga pasien kepada media Duta Sumsel.

Hal senada juga disampaikan oleh pasien HR. Kepada Duta Sumsel ia menceritakan kekecewaannya terhadap bidan SN. Saat itu kata HR ia mendadak mengalami sakit parah sampai tidak sadarkan diri.

"Malam itu, saya mendadak mengalami sakit parah sampai-sampai tidak sadarkan diri hingga berbicara saja saya tidak bisa. Entah sakit apa saat itu saya juga tidak tahu. Mengingat di dusun ini hanya ada fasilitas kesehatan Poskesdes yang ditangani Bidan Desa, keluarga langsung berusaha menjemputnya untuk sekedar memberi pertolongan pertama. Tapi sayangnya bidan desa tersebut tidak mau memberi pertolongan dengan alasan yang tidak masuk akal" ujarnya.

Sebelumnya kata dia, warga sudah memberi tahu kalau bidan tersebut tidak mau diajak ke rumah pasien. Hanya saja mengingat kondisi saya yang mulai agak parah, keluarga mencoba memanggil bidan SN.

"Ternyata omongan warga disini yang menyebut bidan desa susah untuk dimintai pertolongan ke rumah pasien bukan isu belaka melainkan fakta yang sebenarnya karna buktinya sudah saya alami sendiri" ujar HR

Begitu HR meminta Pemerintah atau instansi terkait untuk memberi tindakan kepada tenaga kesehatan yang lalai terhadap tugas dan pengabdiannya terhadap masyarakat dan pasien. 


Ditempat terpisah, Bidan SN saat ditemui membenarkan tidak mau datang ke rumah pasien dengan alasan saat itu sudah larut malam dan sang suami belum pulang ke rumah. Belum lagi anak-anak dan rumah yang harus ditinggalkan.

"Benar saya dijemput keluarga pasien ke rumah untuk memberikan pertolongan. Namun karena waktu sudah larut malam saya tidak ikut. Kebetulan malam itu Suami saya juga belum pulang  ditambah anak-anak yang masih kecil dan tidak mungkin ditinggal di rumah"ujarnya.

Dikatakan, mengingat situasi yang tidak memungkinkan ia hanya bisa menyarakan terhadap keluarga untuk segera membawa pasien ke rumah sakit saja. Begitu sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab ia juga turut memberi obat penahan rasa sakit jika pasien jadi dilarikan ke rumah sakit.

"Informasi yang disampaikan pihak keluarga, kondisi pasien tidak bisa lagi diajak bicara. Kondisi ini sebenarnya harus ditangani oleh rumah sakit. Begitu sebenarnya malam itu langsung kita sarankan agar segera dibawa ke rumah sakit dan memberikan obat penahan sakit sementara jika pasien harus dilarikan ke rumah sakit" ujarnya.


Disinggung soal melanggar kode etik Bidan karna telah menolak pasien, Bidan SN mengaku bahwa selama bekerja sebagai bidan desa sudah sangat maksimal. Hingga saat ini tercatat kata dia sudah kurang  20 tahun di Desa Ulak Kerbau baru mengabdi sebagai bidan desa dan tidak ada masalah.

"Saya sudah Lebih kurang 20 tahun menjadi bidan desa ini. kalau saya tidak benar ngurusin warga yang sakit, ibu yang melahirkan dan pertolongan pada bayi, mungkin saya tidak sampai 20 tahun lebih menjabat  bidan desa ulak kerbau baru." Ini paparnya.


Pengamat Sosial Sumsel Hariono, S.Pd yang dikonfirmasi mengaku sangat menyesalkan tindakan bidan Desa yang menolak pasien. Menurutnya, menolak memberikan pertolongan terhadap warga itu merupakan pelanggaran dan telah mencederai kode etik.

"Apapun itu dan dalam situasi apapun tenaga medis baik bidan desa wajib memberikan pertolongan pertama kepada pasien. Apalagi pasien dengan bidan bertempat di satu desa yang sama. Pertolongan pertama menurut saya wajib diberikan sekiranya pasien pun harus dirujuk ke rumah sakit. Bisa jadi dengan sentuhan bidan tersebut, pasien bisa lebih baik karna sugesti tidak bisa dihindarkan dari ranah kesehatan" pungkasnya. *Rusli

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *